Tranding
Saturday, December 6, 2025
Hasil Survei Kecemasan Warga Indonesia Soal Kendaraan Listrik
Otomotif / September 21, 2023

Hasil Survei Kecemasan Warga Indonesia Soal Kendaraan Listrik

PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia merilis survei penetrasi  (EV) pada Indonesia. Hasilnya, masih banyak orang Indonesia ragu terhadap kendaraan listrik.

Survei itu bertajuk Indonesia Electric Vehicle Consumer Survey 2023. Hasil survei ini dikembangkan pada Juni – September 2023 terhadap konsumen Indonesia di tempat area delapan kota besar serta juga lintas generasi.

Sebanyak 87 persen responden yakin bahwa EV tambahan ramah lingkungan. Sebagian besar responden juga setuju bahwa EV adalah kendaraan masa depan, terutama oleh sebab itu keresahan terhadap perubahan iklim semakin meningkat juga teknologi EV semakin mudah diakses.

Kendati demikian keraguan konsumen masih terlihat, terutama terkait ketersediaan infrastruktur. Responden merasa khawatir terhadap ketersediaan stasiun pengisian untuk kendaraan listrik, baik untuk mobil (63 persen) maupun sepeda motor (52 persen).

Kekhawatiran responden lainnya adalah ketersediaan stasiun pengisian daya kendaraan listrik di dalam dalam daerah terpencil, dimana untuk mobil (54 persen) kemudian sepeda motor(47 persen).

Hal ini menunjukkan perlunya infrastruktur pengisian daya yang digunakan merata untuk memenuhi kecemasan konsumen. Walaupun daya tarik EV semakin besar, keresahan konsumen dapat memengaruhi tingkat adopsi EV secara signifikan.

Hal ini termasuk biaya pemeliharaan yang digunakan itu mungkin menjadi mahal dalam jangka panjang: 87 persen responden paling khawatir terhadap biaya penggantian baterai.

Selain itu sebanyak 83 persen mengkhawatirkan nilai jual suku cadang, 66 persen khawatir terhadap pengeluaran tak terduga, kemudian 59 persen mengkhawatirkan biaya perawatan rutin.

“Pemahaman yang digunakan mana lebih tinggi lanjut mendalam mengenai kecemasan ini sangat penting bagi produsen, pembuat kebijakan, lalu pemangku kepentingan lainnya, agar dapat memenuhi tuntutan lalu kebutuhan konsumen di area dalam Indonesia secara efektif,” PwC Indonesia Automotive Leader Hendra Lie dalam siaran resminya.

Pengisian daya adalah salah satu pertanyaan paling penting saat mempertimbangkan sebuah EV untuk pertama kalinya: 75 persen responden lebih besar banyak memilih untuk mengisi ulang kendaraan dia di area dalam stasiun pengisian terdekat.

Sementara 69 persen responden tambahan memilih untuk mengisi ulang kendaraan merek pada rumah, namun hal ini menimbulkan pertimbangan baru mengenai kenaikan tagihan listrik.

Kendati demikian sebagian besar responden berpendapat EV adalah kendaraan masa depan.

Hendra mengatakan pasar kendaraan listrik (EV) diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan lantaran kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan lalu insentif pemerintah.

“Namun, adopsi EV pada Indonesia tambahan lambat dibandingkan pada pasar global,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/10).

Oleh akibat itu, kata dia, para pemimpin industri serta pembuat kebijakan sedang mempersiapkan masa depan dalam area mana kendaraan ramah lingkungan dapat memainkan peran utama di dalam area pasar.

Ia menilai permintaan untuk mengakomodasi tuntutan terhadap isu keberlanjutan terjadi dikarenakan adanya tuntutan mendesak terhadap perubahan iklim.

Setidaknya, ada tiga aspek penilaian kepada responden terhadap EV yang tersebut dimaksud dipetakan oleh PwC Indonesia. Di antaranya ucapan yang mana dimaksud tambahan senyap 85 persen, teknologi inovatif 76 persen, lalu juga aspek menarik yang belum pernah ada 82 persen.

Hal itu adalah tiga fitur utama EV yang tiada dapat ditiru pada kendaraan berbahan bakar fosil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *