Gapki: Pola kemitraan upaya mewujudkan kesejahteraan penduduk
Kemitraan salah satu langkah untuk memberdayakan rakyat sekitar industri kelapa sawit….
Palu –
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) menyatakan pola kemitraan sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat dari sisi ekonomi.
"Kemitraan salah satu langkah untuk memberdayakan umum sekitar industri kelapa sawit dengan menggunakan berbagai metode, upaya ini juga guna menghindari konflik antara rakyat dengan perusahaan," kata Kepala Bidang Hukum lalu Advokasi Gapki Pusat Muchtar Tanong, saat menjadi narasumber dalam lokakarya wartawan angkat isu konflik agraria juga juga implikasi hukum dalam dalam Indonesia, di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat.
Ia menjelaskan, dalam pola kemitraan dengan penduduk mengacu pada prinsip dasar dalam antaranya mempunyai kejelasan lahan yang mana akan diolah atau calon petani kemudian calon lokasi (CPCL).
Kemudian, calon lokasi memiliki alas hak yang digunakan mana jelas, bukan berada dalam kawasan hutan atau masuk dalam area hak guna kegiatan bisnis (HGU) perusahaan, lalu model kemitraan dapat dijalankan melalui PIR-Trans, mitra penuh, mitra bibit juga swadaya atau mandiri.
"Peran juga posisi Gapki dalam kemitraan mendata maupun mensosialisasikan kepada petani miliki kebun dalam sekitar pabrik kelapa sawit (PKS), bermitra dengan koperasi atau petani swadaya untuk suplai tandan buah segar sawit serta menjaga keberlangsungan rantai pasok," ujar Muchtar.
Ia mengemukakan, melalui pola hal itu dampak positif didapat tak belaka sekali dari sisi ekonomi, tetapi juga petani lebih lanjut banyak profesional dalam mengelola kebun akibat didukung dengan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) juga Good Manufacturing Practices (GMP), atau pedoman cara memproduksi pangan yang mana itu baik dengan tujuan agar produsen menghasilkan hasil yang dimaksud bermutu sesuai tuntutan konsumen.
Selain itu, tentunya didukung dengan pemakaian bibit unggul bersertifikat, efisien lalu efektif dalam pembiayaan dengan metode agronomi, serta tandan buah segar terjamin diserap perusahaan.
Menurut data Gapki Pusat, produksi crude palm oil (CPO) dalam negeri mencapai 49,1 jt ton, serta produk-produk CPO ekspor sebanyak 33 jt ton dari luas lahan 14,9 jt hektare pada tahun 2022.
"Secara ekonomi, komoditas sawit sangat memberikan dampak besar terhadap pendapatan negara, juga pengembangan industri kelapa sawit dikerjakan bukan ada lain untuk membangun kemandirian bangsa," demikian Muchtar.