Tranding
Friday, March 13, 2026
Studi Google Ungkap Mayoritas Warga RI ‘Ngiler’ dengan Ponsel Lipat
Teknologi / Agustus 26, 2023

Studi Google Ungkap Mayoritas Warga RI ‘Ngiler’ dengan Ponsel Lipat

Studi terbaru  mengungkap sebagian besar warga Indonesia penasaran dengan teknologi  lalu berminat memilikinya.

Merujuk data Google Trends di area tempat Indonesia, penelusuran atau pencarian dengan kata kunci ‘Hp lipat’ pada area Youtube kemudian Google meningkat tambahan dari 56 persen.

“Kalau ponsel lipat, kita lihat di tempat area Google Trends dari 2021 sampai 2023 terdapat peningkatan 56 persen. Indonesia masuk top 3 negara yang mana mencari ponsel lipat dalam area Google,” kata Stephanie Elizabeth, Tech Industry Lead, Google Indonesia dalam tempat kantornya, Jakarta, Kamis (19/10).

Keyword related to prices atau harga. Yang menarik, pencarian prices ini paling tinggi, bahkan kalau dibandingkan fitur kamera serta juga screen. Bisa kita simpulkan, orang-orang punya intensi cukup tinggi untuk beli ponsel lipat,” ujarnya menambahkan.

Tren yang digunakan mana sebanding juga terjadi dalam YouTube. Menurut Grace dari studi yang dimaksud disebut terlihat search volume mengenai ponsel lipat naik 52 persen selama periode 2021 hingga 2023.

Melihat tren tersebut, Google kemudian mengadakan survei konsumen mengenai hal ini. Survei dijalani secara online dari Agustus hingga Oktober 2023 terhadap 1.514 responden berusia 18 sampai 55 tahun pada berbagai provinsi Indonesia.

“Berdasarkan hasil survei konsumen, ditemukan bahwa tiga dari 5 (62 persen) responden menginginkan smartphone lipat saat membeli smartphone baru,” jelasnya.

Menurut Stephanie hal utama yang dimaksud menyokong daya tarik smartphone lipat bagi rakyat Indonesia dibandingkan smartphone biasa adalah inovasinya.

Hasil survei menunjukkan 7 dari 10 orang Indonesia melihat ponsel lupat sebagai “inovasi tercanggih” saat ini.

Faktor terbesarnya adalah bahwa ponsel lipat ini dianggap sebagai produk-produk yang digunakan dimaksud dapat lebih besar tinggi meningkatkan produktivitas, gaya hidup, serta kenyamanan.

“Masyarakat Indonesia miliki minat tinggi untuk mengeksplorasi inovasi teknologi baru, tetapi dia juga sangat mengutamakan produktivitas juga kenyamanan, apa lagi rata-rata orang Indonesia menggunakan smartphone tambahan dari 5,7 jam setiap hari,” ucap dia.

Bakal jadi arus utama

Studi serta hasil survei terbaru Google ini disambut baik oleh Samsung, pionir ponsel lipat pada Indonesia. Saat ini, tercatat baru pabrikan selama Korea Selatan itu yang mana digunakan rutin mengeluarkan item ponsel lipat seperti Samsung Galaxy Z Flip juga juga Galaxy Fold.

Belakangan, tren ini diikuti banyak pabrikan lain. Namun, saat ini baru Oppo yang mana digunakan memasarkan ponsel lipatnya pada Indonesia selain Samsung.

“Jadi ini mungkin berita gembira, kita lihat data ini, artinya memang apa yang tersebut digunakan sudah kita lakukan dari 2019 juga inovasi dari phone factor yang digunakan dimaksud baru yaitu foldable ini bisa jadi sekadar diterima dengan baik oleh konsumen. Artinya ada manfaat yang mana dimaksud mampu dirasakan,” kata Lo Khing Seng, Head of Team Samsung Electronics Indonesia.

Menurut Khing inovasi ponsel lipat dapat jadi jadi momentum mengubah industri smartphone. Samsung percaya diri hal ini dapat terwujud, berkaca dari kesuksesan merek membangun industri ponsel pintar pada Indonesia beberapa tahun lalu.

“Dari sisi product sudah banyak offering, sebab mulai banyak data yang digunakan mana masuk, pengguna lebih besar tinggi banyak, layar yang tersebut itu lebar adalah kebutuhan yang digunakan penting, tapi juga confidence mampu jadi dibawa kemana-mana. Jadi Hp lipat adalah salah satu solusinya,” jelas Khing Seng.

“Dan ini align kalau memang responsnya sangat baik saya rasa, juga it’s getting became mainstream later on,” imbuhnya.

Terbentur daya beli

Studi Google boleh cuma menunjukkan ada peningkatan pencarian ponsel lipat. Namun begitu, sampai saat ini belum ada data pasti mengenai total total penjualannya.

Di sisi lain, tech reviewer Dedi Irvan mengatakan saat ini memang banyak yang tersebut itu mempertanyakan hambatan ponsel lipat. Kendati begitu, dia terbentuk dengan tarif yang tersebut digunakan tergolong mahal.

Saat ini, ponsel lipat yang dimaksud mana dijual dalam area Indonesia dibanderol dalam kisaran mulai Rp14 jutaan hingga Rp27 jutaan.

“Untuk sebagian mungkin itu daya belinya yang tersebut hal itu belum sampai. Mereka tidaklah bilang bukan ada mau, merekan mau. Banyak yang tersebut dimaksud udah nabung berapa lama buat itu,” jelas Dedi. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *