Tranding
Thursday, March 12, 2026
Pecinta Game Berencana Buat Museum Video Game Terbesar  dalam Dunia
Kesehatan / September 27, 2023

Pecinta Game Berencana Buat Museum Video Game Terbesar dalam Dunia

Para pecinta game dalam Perancis berencana membuka museum video game terbesar di dalam area dunia dalam dekat  Paris.

Museum tersebut, yang digunakan itu disebut “Projet Odyssee” dalam bahasa Prancis, direncanakan berada pada lokasi lahan hijau yang mana mana luas di dalam tempat pinggiran timur Paris, Bussy-Saint-Georges, tiada sangat terpencil dari Disneyland Paris.

Proyek Odyssey dinamai seperti konsol pertama yang dimaksud dirancang oleh Magnavox pada tahun 1972 akan menampung salah satu koleksi game terbesar yang tersebut dimaksud pernah dirakit.

Kompleks tersebut, yang tersebut juga akan mencakup “desa Jepang” yang digunakan dimaksud didedikasikan untuk budaya lalu juga masakan populer negara tersebut, merupakan gagasan kolektor Ludovic Charles, juga YouTuber Benoit Theveny, yang tersebut yang lebih lanjut lanjut dikenal oleh jutaan pengikutnya sebagai Tev.

Charles, sudah pernah mengumpulkan 2.200 konsol selama dua dekade terakhir, dengan setiap versi Nintendo, Sega, Sony, Microsoft, lalu sistem permainan lainnya.

“Saya tidaklah ingin barang-barang itu belaka terpakai sia-sia di area tempat rak-rak,” katanya kepada AFP.

“Saya suka mengumpulkan semuanya,” tambahnya,

“Tetapi tujuannya selalu untuk menyebabkan sebuah museum dengan gambaran menyeluruh tentang evolusi video game.”

Pasangan ini sudah dilaksanakan mengeluarkan uang lebih banyak banyak dari satu jt euro untuk memulai proyek tersebut.

Mereka bertemu tahun lalu ketika Charles berjualan koleksinya secara online dengan tarif sekitar 1 jt euro.

Theveny, yang digunakan digunakan tinggal di dalam dalam Tokyo kemudian sudah memproduksi video populer tentang Jepang kemudian budaya geek di dalam area sana, mengatakan idenya adalah untuk menciptakan survei menyeluruh tentang sejarah kemudian evolusi video game.

“Filosofinya adalah tiada mengabaikan siapa pun… dari anak-anak berusia tiga tahun yang mana bermain Minecraft hingga orang tua berusia 50 atau 60 tahun yang digunakan itu berada pada sana pada awalnya lalu mulai bermain Pong pertama,” permainan komputer awal yang hal tersebut mirip tenis.

“Video game pantas untuk “memiliki museumnya sendiri lalu juga diakui sebagai bagian dari budaya kita, kemudian saya pikir semakin banyak orang akan setuju dengan saya mengenai hal itu,” kata dia.

Upaya sebelumnya untuk memanfaatkan budaya video game miliki sejarah yang dimaksud digunakan buruk pada area Prancis. Museum Pixel di area area pinggiran Strasbourg dekat perbatasan Jerman ditutup pada tahun 2020 setelah tiga tahun juga museum video game di area tempat La Defense, distrik keuangan Paris, cuma bertahan 10 hari.

“Kami telah lama lama belajar dari upaya ini,” tegas Theveny seraya mengatakan bahwa mereka itu mendapat dukungan penuh dari walikota setempat yang mana itu sudah mengerjakan proyek e-sports yang digunakan juga akan diakomodasi dalam kompleks tersebut.

Mereka berharap pembangunannya akan dimulai pada tahun 2025 serta pembukaan museum kemudian desa hiburan pada tahun berikutnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *